Harga Emas Terjungkal, Penurunan Harga Terbesar Sepanjang Sejarah dengan Volatilitas Paling Ekstrem
DEPOK, iNews Depok.id - Harga emas di pasar spot dunia terjungkal. Penurunan harga terbesar sepanjang sejarah dalam kategori harian.
Pantauan iNews Depok, pada perdagangan Jumat (30/12/2026) harga dibuka US$ 5.420 per troy ons untuk kemudian naik ke posisi US$ 5.450 per troy ons.
Namun setelah itu emas longsor ke harga US$ 4.681 per troy ons untuk kemudian ditutup pada harga US$ 4.882 per troy ons pada Sabtu (31/1/2026) pagi pukul 05.00 WIB.
Kisaran titik tertinggi antara harga teratas dan terbawah mencapai 769 poin. Sedangkan kisaran harga pembukaan dan penutupan sebesar 538 poin.
Keduanya merupakan selisih terbesar sepanjang sejarah perdagangan emas dalam kategori harian. Artinya perdagangan pada Jumat 30 Januari 2026 menghasilkan volatilitas paling ekstrem.
Penurunan terekstrem merupakan respons alamiah dari kenaikan yang terus menerus sejak 22 Agustus 2025. Saat itu harga emas di pasar spot masih kisaran US$ 3.375 per troy ons.
Seperti halnya sebuah gunung, kenaikan tajam pastinya akan diikuti penurunan menukik alias tebing.
Bagaimana dengan harga emas batangan Antam di Indonesia? Setali tiga uang, sama saja karena merupakan satu kesatuan.
Emas batangan juga terjungkal ke harga di bawah Rp3 juta, tepatnya Rp2,860 juta per gram pada 31 Januari 2026. Padahal 2 hari sebelumnya harga emas sempat nangkring di harga Rp3,168 juta per gram.
Patut ditunggu pergerakan harga emas di pekan depan, di awal Februari 2026. Seberapa jauh penurunan yang akan dicapai untuk mengukur seberapa tingkat harga emas yang diterima pasar.
Perlu juga diperhatikan geopolitik di Timur Tengah yang akan krusial bagi harga emas. Jika perang antara Amerika Serikat dan Iran akhirnya meletus, harga emas akan kembali membubung.
Editor : Mahfud