Longsor dan Banjir Intai Depok, Ini Ajakan Kadis DLHK untuk Minimalkan Risiko
DEPOK, iNews Depok.id - Longsor, banjir, dan pohon tumbang mengintai Kota Depok seiring cuaca ekstrem yang diperkirakan akan berlanjut hingga Maret 2026.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman membeberkan cara meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem.
Abdul Rahman yang akrab disapa Abra, menyitir prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak musim hujan di wilayah Jawa Barat berlangsung pada rentang Desember 2026 hingga Maret 2026.
"Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan," ungkap Abra, Kamis (15/1/2026).
Menurut Abra cuaca ekstrem berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi.
"Seluruh elemen masyarakat harus berperan aktif menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan demi meminimalisasi risiko bencana selama musim hujan berlangsung," imbuhnya.
Abra juga meminta seluruh pemangku wilayah, mulai dari camat hingga lurah, untuk turut melakukan pengawasan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan bahaya akibat tingginya curah hujan, seperti banjir, longsor, serta pohon tumbang.
“Pemangku wilayah agar melakukan pemantauan dan upaya pencegahan di titik-titik rawan banjir, serta rutin melaporkan kondisi wilayah terkait dampak maupun potensi dampak yang mungkin terjadi,” jelasnya.
Camat dan lurah, katanya lagi, juga perlu aktif memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar melakukan langkah-langkah siaga menghadapi cuaca ekstrem.
“Pencegahan dapat dilakukan dengan normalisasi aliran sungai dan drainase, pemangkasan pohon-pohon tua yang berpotensi tumbang, serta membatasi aktivitas di luar ruangan saat hujan dengan intensitas tinggi,” ungkapnya.
Editor : M Mahfud