get app
inews
Aa Text
Read Next : Bangkai Tiang Monorel Rasuna Said Mulai Dibongkar, Polisi Siagakan Rekayasa Lalin Situasional

109 Tiang Monorel di Jalan HR Rasuna Said Dibongkar, Disaksikan Pramono dan Sutiyoso

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:56 WIB
header img
Pramono Anung dan Sutiyoso menyaksikan langsung pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jaksel pada Rabu (14/1/2026). (Foto: iNews.id/Fiqri)

JAKARTA, iNewsDepok.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai proses pembongkaran sebanyak 109 tiang monorel yang telah mangkrak selama puluhan tahun di sepanjang median Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu pagi, 14 Januari 2026.

Momen bersejarah bagi penataan kota Jakarta ini dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, serta mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau yang akrab disapa Bang Yos.

Kehadiran Sutiyoso secara khusus diundang untuk menyaksikan berakhirnya polemik proyek transportasi yang telah menjadi beban moral sejak masa kepemimpinannya pada tahun 2004 silam.

Gubernur Pramono Anung menjelaskan bahwa pembongkaran tiang-tiang setinggi rata-rata belasan meter ini merupakan bagian dari proyek besar penataan kawasan Rasuna Said. Ia juga meluruskan simpang siur mengenai anggaran pengerjaan tersebut, di mana biaya murni untuk pembongkaran fisik tiang hanya memakan biaya sekitar Rp254 juta.

Sementara itu, anggaran sebesar Rp102 miliar yang sempat ramai diperbincangkan merupakan alokasi total yang disiapkan Pemprov DKI untuk penataan menyeluruh di koridor tersebut, mulai dari perbaikan jalan, pembuatan drainase, penataan trotoar atau pedestrian, hingga peningkatan estetika taman kota selama satu tahun penuh.

Meski seremoni pemotongan tiang pertama dilakukan pada pagi hari di kawasan sekitar Stasiun LRT Setiabudi Utara, pengerjaan utama pembongkaran tiang lainnya akan tetap difokuskan pada malam hari untuk meminimalkan dampak kemacetan di salah satu jalur tersibuk Jakarta tersebut.

Pramono memastikan tidak akan ada penutupan jalan secara total selama proses berlangsung, namun rekayasa lalu lintas situasional akan tetap diterapkan oleh Dinas Perhubungan dan kepolisian guna menjaga kelancaran arus kendaraan di jalur lambat dan jalur cepat.

Proyek pembersihan "prasasti" mangkrak ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada September 2026. Dengan hilangnya tiang-tiang beton tersebut, Pemprov DKI optimistis wajah Jalan Rasuna Said sisi timur akan menjadi lebih rapi dan seragam dengan sisi barat, sekaligus mampu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut hingga 18 persen.

Langkah ini juga telah dikoordinasikan dengan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memastikan seluruh proses administrasi dan penertiban aset berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut