get app
inews
Aa Text
Read Next : 10 kasus Super Flu Subclade K Ditemukan di Jawa Barat

Hari Pertama Sekolah di Depok: Drama Hujan Deras, Banjir setinggi Betis, dan Kemacetan Horor di GDC

Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB
header img
Kemacetan panjang mewarnai hari pertama masuk sekolah di Kota Depok pada Senin (12/1/2026) pagi. Foto: Rohman Wibowo

DEPOK, iNewsDepok.id - Kemacetan panjang mewarnai hari pertama masuk sekolah di Kota Depok pada Senin (12/1/2026) pagi. Kepadatan lalu lintas yang luar biasa terpantau di sepanjang Jalan Boulevard atau kawasan Grand Depok City (GDC).

Ribuan kendaraan roda dua dan roda empat terjebak antrean panjang di kedua sisi jalan, baik yang mengarah keluar menuju pusat kota maupun yang hendak masuk ke area perkantoran dan sekolah di kawasan tersebut.

Kondisi pagi ini kian memprihatinkan karena dibarengi turunnya hujan deras sejak subuh. Kemacetan sebenarnya sudah mulai mengunci pergerakan kendaraan jauh sebelum memasuki gerbang GDC, tepatnya di Jalan Abdul Gani, Cilodong.

Di titik tersebut, kendaraan sempat tertahan cukup lama akibat adanya genangan air setinggi betis orang dewasa yang menutup badan jalan. Akibatnya, sejumlah sepeda motor dan mobil dilaporkan mogok karena nekat menerobos genangan yang cukup dalam.

Kawasan GDC merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan wilayah Cilodong dan sekitarnya menuju Jalan Kartini, yang kemudian menyambung ke Jalan Margonda Raya sebagai pusat aktivitas Kota Belimbing. Namun, akibat penyempitan jalan atau bottle neck di ujung jalur serta bertumpuknya volume kendaraan antar-jemput sekolah, arus lalu lintas menjadi sangat lambat hingga mencapai titik jenuh.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Iptu Pujiyono, menjelaskan bahwa tingginya curah hujan menjadi faktor utama yang memperlambat arus kendaraan pagi ini. Menurut predikasinya, kemacetan ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga menjelang siang hari, sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.

Pihak kepolisian mengakui bahwa rekayasa lalu lintas sulit diterapkan secara maksimal mengingat terbatasnya lebar jalan di beberapa titik krusial. Saat ini, sejumlah personel dari Kepolisian dan Dinas Perhubungan hanya bisa berupaya mencairkan kepadatan dengan melakukan pengaturan arus secara bergantian di titik-titik penyempitan jalan agar kendaraan tetap bisa bergerak perlahan.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut