get app
inews
Aa Read Next : Kisah Bung Karno Bawa Kambing Senduro Lumajang dari India, Bukti Proyek Pembangunan Peternakan

Ada 21 Titik Pengungsian Pasca Erupsi Gunung Semeru

Minggu, 04 Desember 2022 | 22:49 WIB
header img
Sejumlah warga lain erupsi Gunung Semeru mengungsi di 21 titik pengungsian. (Foto: Diskominfo Lumajang)

LUMAJANG, iNewsDepok.id - Warga yang terdampak bencana erupsi disertai awan panas guguran (APG) Gunung Semeru mengungsi, dan tersebar di 21 titik yang berada di sejumlah balai desa dan fasilitas umum lainnya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Berdasarkan pendataan kami tercatat ada 21 titik yang digunakan warga untuk mengungsi yakni sejumlah balai desa, masjid, lapangan, dan lembaga pendidikan yang tersebar di Kecamatan Candipuro," kata Sekretaris Kecamatan Candipuro Abdul Aziz, seperti dilansir Antara, Minggu (04/12/2022).

Aziz mengatakan, saat ini tidak ada warga yang tinggal di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Karena kawasan tersebut sudah dikosongkan sejak setahun setelah terjadi bencana APG Semeru yang sangat dahsyat pada tahun lalu.

"Sebagian besar warga yang mengungsi karena panik dan masih trauma dengan bencana APG Semeru yang mengakibatkan keluarga mereka meninggal dunia," imbuhnya.

Menurutnya penyintas yang terdampak APG Semeru setahun yang lalu, dirinya sudah menempati hunian tetap dan hunian sementara yang direlokasi di Desa Sumbermujur yang lokasinya lebih aman dari bencana erupsi Semeru.

Namun diketahui, sebagian warga masih menggarap kebun di wilayah Kajar Kuning dan sekitarnya.

"Saat ini ada sebagian warga yang kembali ke hunian tetapnya di Desa Sumbermujur untuk istirahat, namun masih ada juga yang trauma dan memilih di posko pengungsian yang tersebar di 21 titik itu," katanya.

Ia menjelaskan jumlah pengungsi yang tersebar di 21 titik tersebut diperkirakan mencapai 2.000 orang dan terbanyak warga memilih mengungsi di Kantor Kecamatan Candipuro sebanyak 500 orang.

"Untuk menyuplai makanan para pengungsi, Dinsos sudah mendidirikan dua dapur umum di Balai Desa Penanggal dan Desa Tumpeng. Lokasi dapur umum kemungkinan akan berubah disesuaikan dengan lokasi para pengungsi," ujar Aziz.

Pemkab Lumajang menetapkan masa tanggap darurat bencana akibat erupsi disertai APG Gunung Semeru selama 14 hari, sejak Minggu ini. Seiring dengan peningkatan status gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl, menjadi Awas atau Level IV.

Editor : Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut