DEPOK, iNews Depok.id – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya mengoptimalkan ruang publik umum sebagai pusat pergerakan ekonomi rakyat.
Langkah strategis ini dinilai menjadi kunci utama dalam memacu efektivitas pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.
Penegasan tersebut disampaikan figur yang akrab disapa Cak Imin saat menghadiri kegiatan Car Free Day (CFD) sekaligus ajang 1001 Pasar Rakyat yang digelar di Depok Open Space (DOS), area Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Minggu (1/11/2026).
Menurut Cak Imin, pemanfaatan ruang terbuka publik seperti ajang CFD dan pasar rakyat terbukti efektif membuka akses pemasaran langsung bagi para pelaku usaha kecil. Melalui skema ini, UMKM dapat memperkenalkan produk unggulannya sekaligus memperluas jangkauan pasar secara optimal.
Dalam kesempatan itu, Menko PM memberikan apresiasi khusus kepada Wali Kota Depok Supian Suri atas capaian pembangunan dan arah kebijakan ekonomi daerah. Kota Depok, yang secara geografis memiliki luas wilayah sekitar 200,29 km² dengan populasi menembus 2,1 juta jiwa serta didukung keberadaan perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia (UI), dinilai berhasil melepaskan diri dari bayang-bayang ketergantungan Ibu Kota.
"Dulu, Depok dan sekitarnya sering kali hanya dianggap sebagai kota penyangga yang kehadirannya seolah diabaikan dan tidak mandiri. Namun, di bawah kepemimpinan Pak Supian, Depok kini menjelma menjadi kota mandiri yang luar biasa," ujar Cak Imin.
Di tengah potensi pasar yang besar tersebut, Cak Imin memberikan arahan tajam terkait aspek standardisasi produk UMKM, terutama sektor kuliner. Ia menekankan keterbukaan informasi bahan baku dan jaminan kesehatan produk sebagai syarat mutlak agar UMKM mampu bersaing di tingkat nasional.
"Semua penjual makanan wajib mencantumkan daftar isi dan kandungannya, serta kurangi penggunaan gula yang berlebihan agar masyarakat Depok tetap sehat. UMKM harus terus naik kelas, produknya berkualitas, pembelinya semakin banyak, dan semuanya bisa menikmati kemajuan ekonomi," tegasnya.
Melihat besarnya potensi ekosistem ekonomi berbasis kuliner dan produk halal di Kota Depok, Menko PM melempar gagasan progresif dengan mengusulkan pembentukan kawasan khusus berupa Halal Street berkonsep 24 jam.
Inspirasi tersebut merujuk pada keberhasilan pengelolaan Muslim Street di Tiongkok yang mampu mengintegrasikan potensi kuliner lokal menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
"Tadi Dirut BPJS sempat bercerita tentang Muslim Street di Tiongkok yang sukses besar. Saya minta pimpinan Komisi V DPR RI untuk berkoordinasi dengan Pemkot Depok agar mencarikan fasilitas serupa, yakni Halal Street yang sehat dan halal, sehingga bisa beroperasi 24 jam penuh," imbuhnya.
Menutup pernyataannya, Cak Imin mendesak seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk meniru langkah pemanfaatan ruang publik secara masif guna mendongkrak perekonomian berbasis komunitas.
"Seluruh kota dan kabupaten harus berani memanfaatkan fasilitas umum untuk menampung UMKM sebanyak-banyaknya dan mendirikan '1001 Pasar Rakyat' agar perekonomian masyarakat kita semakin maju," pungkasnya.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
