BOGOR, iNewsDepok.id — Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menggelar program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Terpadu di Gedung DPRD Kota Bogor, baru-baru ini. Kegiatan ini diselenggarakan untuk membekali aparatur pemerintah daerah dan pengelola Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dengan berbagai keterampilan praktis, mulai dari penyusunan rekomendasi kebijakan, perencanaan pembangunan, hingga pengelolaan keuangan, pemasaran usaha, dan perpajakan koperasi.
Melalui enam kelas paralel, para peserta mendapatkan materi yang dirancang khusus sesuai dengan bidang tugas dan kebutuhan mereka di lapangan. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FIA UI dan Pemerintah Kota Bogor dalam memperkuat kapasitas SDM aparatur serta pengelola koperasi di tingkat kelurahan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FIA UI, Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si. Turut hadir jajaran pimpinan FIA UI, di antaranya Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum Prof. Dr. Milla Sepliana Setyowati, M.Ak., serta Manajer Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat (RIMA) FIA UI Dr. Nurul Safitri, S.Sos., M.A.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Dekan FIA UI Prof. Retno Kusumastuti menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi di lapangan.
"Kegiatan Pengmas Terpadu ini merupakan komitmen nyata FIA UI dalam menghadirkan keilmuan administrasi yang tidak hanya berhenti di ruang kuliah, tetapi memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan jalannya roda pemerintahan. Melalui kolaborasi bersama Pemkot Bogor ini, kami berharap para aparatur dan pengelola Koperasi Merah Putih mendapatkan bekal aplikatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kemandirian ekonomi warga," ujar Prof. Retno Kusumastuti.
Enam Kelas Paralel untuk Dua Sektor Strategis
Enam kelas pelatihan yang dihadirkan terbagi menjadi tiga kelas khusus aparatur pemerintah daerah dan tiga kelas bagi pengelola KKMP. Pemilihan kedua kelompok peserta ini didasari oleh peran strategis mereka dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Kelas aparatur mencakup bidang analis kebijakan, perencanaan pembangunan, serta pengelolaan pendapatan daerah. Sementara itu, kelas pengelola koperasi berfokus pada pengelolaan keuangan, pemasaran dan pengembangan usaha, serta perpajakan koperasi.
Aparatur membutuhkan analisis dan perencanaan yang presisi untuk melahirkan kebijakan publik yang efektif. Di sisi lain, pengelola koperasi memerlukan kompetensi manajerial agar mampu menjalankan roda bisnis secara profesional, tertib administrasi, dan berkelanjutan.
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FIA UI, Prof. Dr. Milla Sepliana Setyowati, M.Ak., menambahkan bahwa penguatan di sektor perpajakan dan keuangan koperasi menjadi krusial di era ekonomi digital saat ini.
"Tata kelola keuangan dan kepatuhan perpajakan yang tertib adalah fondasi utama bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih agar bisa naik kelas. Kami memberikan pemahaman agar para pengelola tidak hanya mampu menyusun laporan keuangan yang transparan dan akuntabel kepada anggota, tetapi juga paham mengenai hak dan kewajiban perpajakan dalam menjalankan kegiatan usahanya," jelas Prof. Milla.
Pembelajaran Aplikatif dan Lintas Disiplin Keahlian
Pada kelas analis kebijakan, peserta mendalami teknik advokasi kebijakan melalui pembahasan studi kasus. Materi ini menekankan pentingnya menyampaikan hasil analisis secara efektif agar dapat menjadi pertimbangan utama pengambil keputusan. Sementara di kelas perencana pembangunan, peserta dibekali keterampilan menyusun indikator kinerja dan penulisan berbasis pengetahuan (knowledge-based writing). Pada kelas fiskal, peserta diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan sumber-sumber penerimaan daerah.
Bagi pengelola KKMP, sistem pembelajaran menerapkan rotasi narasumber agar setiap kelompok mendapatkan materi yang utuh. Pembelajaran menitikberatkan pada pembukuan tertib, strategi ekspansi pasar, hingga aspek perpajakan koperasi.
Pelatihan ini melibatkan jajaran akademisi handal dari FIA UI. Pada materi kebijakan dan perencanaan, hadir narasumber Ima Mayasari, Laode Rudita, Nidaan Khafian, dan Krisna Puji Rahmayanti. Materi fiskal dan pajak daerah dibawakan oleh Mohamad Luhur Hambali, Liliek Sofitri, dan Adiwarman. Pada kelas koperasi, materi keuangan dipandu oleh Bernardus Yuliarto Nugroho, Rachma Fitriati, Umanto, dan Fibria Indriati Dwi Liestiawati. Materi pemasaran diampu oleh Satrio Budi Adi, Achmad Fauzi, Effy Zalfiana Rusfian, dan Ixora Lundia Suwaryono, sedangkan materi perpajakan disajikan oleh Milla Sepliana Setyowati, Neni Susilawati, dan Wulandari Kartika Sari.
Komitmen Pendampingan Berkelanjutan
Pengmas Terpadu ini tidak hanya mengandalkan paparan teori, melainkan diisi dengan diskusi interaktif, bedah kasus, praktik langsung, hingga penyusunan rencana tindak lanjut (action plan).
Manajer RIMA FIA UI, Dr. Nurul Safitri, S.Sos., M.A., menekankan bahwa program ini akan terus berlanjut melalui pendampingan berkala.
"Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti hanya sampai di ruang pelatihan saja. Setelah penyusunan rencana tindak lanjut ini, FIA UI berkomitmen untuk terus mengawal dan memberikan pendampingan yang lebih terarah sesuai dengan dinamika serta kebutuhan riil yang dihadapi aparatur maupun pengelola Koperasi Merah Putih di lapangan," tutur Dr. Nurul Safitri.
Melalui sinergi erat antara perguruan tinggi, pemerintah kota, dan elemen masyarakat kelurahan ini, FIA UI berharap pengetahuan akademik dapat terus ditransformasikan secara nyata untuk menjawab tantangan pembangunan daerah di Kota Bogor.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
