Berada di Kawasan Industri, Apartemen di Gunung Putri Jadi Pilihan Investasi Menguntungkan

Mada Mahfud
Keberadaan sekitar 250 perusahaan nasional dan multinasional, apartemen di Gunung Putri membentuk ceruk pasar sewa yang potensial dari kalangan pekerja serta profesional. (Foto: Istimewa)

DEPOK, iNews Depok.id — Berada di kawasan industri, apartemen di Gunung Putri menjadi pilihan investasi menguntungkan bagi konsumen yang membidik pendapatan pasif dari pasar sewa hunian. 

Keberadaan sekitar 250 perusahaan nasional dan multinasional di sekitar kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, membentuk ceruk pasar sewa yang potensial dari kalangan pekerja serta profesional.

Tren investasi properti saat ini menunjukkan pergeseran fokus konsumen dari sekadar mengejar kenaikan harga aset menuju produktivitas arus kas (cash flow). Pembeli properti kini makin kritis menilai kemampuan sebuah unit dalam menghasilkan pendapatan sewa bulanan secara berkelanjutan.

Marketing Manager 1 Gunung Putri Apartment, Agus Riyadi, menjelaskan bahwa kekuatan utama proyek ini terletak pada kejelasan pasar sewa dan prospek imbal hasil jangka panjang.

“Banyak konsumen mulai melihat properti dari sisi produktivitas aset. Bukan hanya berapa harga belinya, tetapi apakah unit tersebut punya pasar sewa yang jelas, berapa potensi cash flow-nya, dan bagaimana prospek return dalam jangka panjang. Itu yang menjadi salah satu kekuatan Gunung Putri Apartment,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (06/10/2026).

Secara hitungan bisnis sewa, unit apartemen di Gunung Putri mengantongi estimasi nilai sewa di kisaran Rp2,5 juta per bulan. Jika pemilik dapat menyewakan unit secara konsisten, potensi pendapatan sewa kotor (gross rental income) mencapai kisaran Rp30 juta per tahun sebelum memperhitungkan biaya operasional, service charge, pajak, maupun biaya perawatan.

Apabila konsumen membeli unit dengan harga di kisaran Rp200 jutaan dan memperoleh pendapatan sewa kotor Rp30 juta per tahun, potensi gross rental yield dapat menyentuh angka belasan persen per tahun. Angka tersebut memberikan gambaran konkret mengenai tingkat efisiensi modal yang ditanamkan investor.

Marketing Manager 2 Gunung Putri Apartment, Satrio Pamungkas, menegaskan bahwa investor masa kini membutuhkan pendekatan berbasis data sebelum mengeksekusi keputusan pembelian.

“Investor sekarang semakin kritis. Mereka sudah familiar dengan istilah ROI, yield, cash flow sampai occupancy rate. Karena itu, kami ingin konsumen melihat bahwa keputusan membeli unit sebaiknya berbasis data dan pasar. Selama ada demand yang nyata, properti punya peluang untuk menjadi aset yang bekerja,” kata Satrio.

Dalam skema pembiayaan tertentu, perolehan pendapatan sewa dari penyewa berpotensi menutup sebagian besar kewajiban cicilan bulanan serta biaya pengelolaan. Kondisi ini membentuk karakter self-liquidating asset, di mana properti mampu membiayai pengembangannya sendiri melalui arus kas masuk secara bertahap.

Kendati demikian, Agus Riyadi mengingatkan calon investor agar tetap memperhitungkan risiko secara objektif, termasuk tingkat okupansi dan biaya perawatan berkala.

“Kami tidak ingin investasi properti dipahami sebagai sesuatu yang otomatis memberikan keuntungan. Tetap ada faktor okupansi, biaya perawatan, service charge hingga kondisi pasar. Tetapi ketika lokasi memiliki basis pengguna yang nyata, peluang untuk mendapatkan cash flow menjadi lebih terukur,” tutur Agus.

Satrio Pamungkas menambahkan bahwa kehadiran kawasan industri memberi jaminan berupa *captive market* yang tidak dimiliki oleh semua proyek properti.

“Dalam investasi sewa, yang dicari sebenarnya sederhana: siapa calon penyewanya dan apakah jumlahnya cukup besar. Kehadiran kawasan industri membuat Gunung Putri Apartment memiliki captive market yang relatif jelas. Ini yang membedakan properti produktif dengan properti yang hanya mengandalkan kenaikan harga,” paparnya.

Selain potensi sewa, konsumen yang membeli unit pada periode 1 Oktober 2026 hingga 31 Desember 2027 juga berkesempatan mengikuti program SuPPer Sensational PPrize 2 dengan hadiah pengundian berupa mobil Wuling Air EV dan Jaecoo J7 SHS-P.

Agus menekankan bahwa program hadiah tersebut menjadi nilai tambah di luar manfaat utama aset finansial yang dibeli konsumen dalam jangka panjang.

Editor : M Mahfud

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network