DEPOK, iNewsDepok.id– Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pendampingan Pemagang ke Jepang: Empowerment LPK melalui Japanese Management & Global Citizenship” pada Jumat, 2 Oktober 2026, di PT Aichi Training Center.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FIA UI dalam memberikan pembekalan kepada calon pemagang agar memiliki kesiapan yang lebih komprehensif sebelum memasuki dunia kerja dan menjalani kehidupan di Jepang.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dengan diikuti oleh lebih dari 110 peserta, yang terdiri atas lebih dari 70 kenshūsei atau calon pemagang ke Jepang serta lebih dari 40 staf PT Aichi Training Center, termasuk sensei dan karyawan.
Keterlibatan para kenshūsei bersama sensei dan karyawan dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat proses persiapan dan pendampingan calon pemagang secara berkelanjutan.
Kegiatan dibuka oleh Febry Ananda Perdiansyah, Staff Pendidikan PT Aichi Training Center. Dalam pembukaan tersebut, PT Aichi Training Center menyambut pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat FIA UI sebagai bagian dari upaya memberikan pembekalan yang lebih luas kepada para kenshūsei sebelum menjalani program pemagangan di Jepang.
Program pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Donny Oktavian Syah, Ph.D., bersama tim pengabdi FIA UI yang terdiri atas Dr. Effy Zalfiana Rusfian, Dr. Dewi Lusiana, MBA, Dr. Muhammad Ramaditya, BBA., M.Sc., Eliyani Noor, Imam, dan Dimas.
Bekerja dan menjalani kehidupan di Jepang tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dan penguasaan bahasa. Para kenshūsei juga perlu memahami budaya kerja, pola komunikasi, kedisiplinan, serta kebiasaan masyarakat yang berbeda dengan Indonesia.
Tinggal jauh dari keluarga dan berada di lingkungan baru juga membutuhkan kemampuan beradaptasi dan ketahanan diri yang baik. Atas dasar tersebut, kegiatan ini dirancang untuk memberikan bekal yang lebih luas bagi peserta sebelum menjalani program pemagangan.
Dalam kegiatan tersebut, Donny Oktavian Syah, Ph.D. memberikan pembekalan mengenai budaya kerja dan Japanese Management. Para peserta diajak memahami karakteristik lingkungan kerja di Jepang, termasuk nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta pentingnya kemampuan menyesuaikan diri dengan budaya organisasi.
Pemahaman terhadap budaya kerja tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para kenshūsei agar dapat menjalani proses pemagangan dengan lebih siap.
Pembekalan dilanjutkan oleh Dr. Muhammad Ramaditya, BBA., M.Sc. yang mengangkat topik Global Citizenship, Adaptasi Budaya, dan Ketahanan Mental.
Melalui materi ini, para peserta diajak melihat pengalaman bekerja di luar negeri sebagai proses pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan, tetapi juga kemampuan berinteraksi dan hidup dalam lingkungan sosial serta budaya yang berbeda.
Kemampuan beradaptasi, membangun relasi, menghadapi berbagai tantangan, serta menjaga ketahanan diri menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan sejak dini.
Selain kesiapan menghadapi dunia kerja dan lingkungan baru, aspek finansial juga menjadi perhatian dalam pembekalan ini. Dr. Dewi Lusiana, MBA menyampaikan materi mengenai Literasi Keuangan dan Persiapan Kewirausahaan. Para kenshūsei didorong untuk mulai merencanakan pengelolaan pendapatan selama menjalani pemagangan sehingga hasil yang diperoleh tidak hanya digunakan untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dapat mendukung tujuan keuangan dan rencana masa depan.
Pengalaman bekerja di Jepang juga diharapkan memberikan nilai tambah bagi peserta setelah kembali ke Indonesia.
Pengetahuan, keterampilan, pengalaman, jejaring, hingga modal yang diperoleh selama menjalani pemagangan dapat menjadi bekal untuk melanjutkan perjalanan profesional maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan keterlibatan aktif para kenshūsei, sensei, dan karyawan PT Aichi Training Center. Peserta memperoleh kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan kepada para narasumber mengenai berbagai situasi yang mungkin mereka hadapi selama menjalani pemagangan di Jepang.
Kegiatan juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk melihat perkembangan pemahaman peserta setelah mengikuti rangkaian pembekalan.
Keterlibatan lebih dari 40 sensei dan karyawan PT Aichi Training Center menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat proses pendampingan kepada para kenshūsei sehingga pembekalan yang diberikan dapat terus diperkuat selama proses persiapan hingga keberangkatan ke Jepang.
Melalui kegiatan “Pendampingan Pemagang ke Jepang: Empowerment LPK melalui Japanese Management & Global Citizenship”, FIA UI berharap para kenshūsei tidak hanya berangkat ke Jepang dengan kesiapan untuk bekerja, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, ketahanan diri, kecakapan mengelola keuangan, wawasan global, serta perencanaan masa depan yang lebih matang.
Kolaborasi FIA UI dengan PT Aichi Training Center ini sekaligus menjadi wujud komitmen dalam menghadirkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang relevan, kolaboratif, dan berdampak, serta mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang semakin siap menghadapi lingkungan kerja global.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
