DEPOK, iNews Depok.id - Rincian kalender ekonomi dunia pekan ini. Trader forex dan saham wajib cermati sejumlah rilis data dan kebijakan moneter yang akan mempengaruhi pergerakan mata uang dan harga saham.
Transisi antara September dan Oktober 2026 menjadi periode penting bagi para pelaku pasar karena menyajikan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat, keputusan suku bunga Australia, hingga inflasi kawasan Eropa.
Berikut Rincian Agenda Ekonomi Pekan Ini yang dirangkum iNews Depok.
Senin, 28 September 2026
Hari ini tidak rilis data kelas berat. Meski begitu ketegangan geopolitik Timur Tengah kembali meningkat seiring dinamika yang memanas antara Iran melawan Amerika Serikat.
Ketegangan geopolitik ini membuat harga minyak kembali naik, minyak Brent sudah berada di harga USD107 per barel, naik sekitar 3 persen dibanding akhir pekan kemarin.
Pelaku pasar bisa mencermati pidato beberapa pejabat Federal Reserve dan rilis Indeks Manufaktur Dallas Fed seebagai indikator awal kondisi bisnis Amerika Serikat.
Selasa, 29 September 2026
Bank Sentral Australia (RBA) mengumumkan keputusan suku bunga beserta konferensi pers Gubernur Michele Bullock. Ini akan menjadi momentum krusial bagi mata uang AUD.
Dari Amerika Serikat, akan ada rilis data lowongan kerja Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs). Data ini mengukur jumlah lowongan pekerjaan, perekrutan, serta pemutusan hubungan kerja di Amerika Serikat.
Juga akan rilis data Kepercayaan Konsumen Conference Board (CB) yang akan memberi petunjuk awal arah kebijakan moneter AS dan pergerakan dolar. Indeks Kepercayaan CB adalah indikator ekonomi yang mengukur tingkat optimisme atau pesimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian saat ini dan masa depan.
Rabu, 30 September 2026
Trader forex yang mentransaksikan GBP dan EUR perlu mengawasi rilis PDB Final Inggris, Penjualan Eceran Jerman, serta estimasi awal Inflasi CPI Jerman.
Untuk pasar saham dan Forex berbasis Dolar AS, dirilis data Tenaga Kerja ADP, estimasi akhir PDB Kuartal II AS, serta Indeks Inflasi PCE Inti yang menjadi acuan utama Federal Reserve.
Dari kawasan Asia, rilis Indeks Tankan Jepang dan PMI Manufaktur China memengaruhi sentimen pasar saham Asia dan pasangan mata uang JPY serta AUD.
Kamis, 1 Oktober 2026
Awal bulan baru dengan rilis PMI Manufaktur ISM AS yang berdampak langsung pada indeks saham Wall Street seperti S&P 500 dan Nasdaq.
Selain itu, Neraca Perdagangan Australia, Inflasi CPI Swiss (USD/CHF), serta Inflasi Jepang turut memberikan pergerakan signifikan bagi instrumen terkait. Perlu dicatat pula bahwa bursa saham China mulai libur nasional hingga awal pekan depan.
Jumat, 2 Oktober 2026
Ini akan menjadi puncak fokus para trader global dengan rilis laporan Tenaga Kerja AS (Non-Farm Payrolls / NFP), Tingkat Pengangguran, dan Rata-rata Upah Per Jam.
Data ini berpotensi memicu volatilitas yang sangat tinggi pada seluruh pasangan mata uang Forex utama (EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY), emas (XAU/USD), hingga indeks saham global.
Di saat yang sama, kawasan Eropa merilis data Inflasi (CPI Flash Estimate) yang menentukan langkah kebijakan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB).
Demikian rincian kalender ekonomi dunia pekan ini yang akan mempengaruhi pergerakan mata uang dan harga saham.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
