JAKARTA, iNews Depok.id - Tradisi terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Namun jiwa tradisi tetap sama dengan berpegang pada nilai-nilai luhur.
Demikian konsep Pameran Kawan Nusantara bertema Evolusi Kerajinan. Pameran berlangsung di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta tanggal 23 - 24 Juli 2026.
"Evolusi adalah pameran tentang bagaimana tradisi, keterampilan, dan nilai-nilai leluhur terus menemukan bentuk baru tanpa kehilangan jiwanya.
Happy Salma, Founder & Creative Conceptor Tulola, sebuah merek perhiasan mewah asal Indonesia, menyatakan tradisi selalu hidup karena manusia terus memaknainya kembali.
"Tradisi, keterampilan, dan nilai-nilai leluhur terus menemukan bentuk baru tanpa kehilangan jiwanya," kata Happy Salma kepada wartawan, Jumat (25/7/2027).
Menurut Happy Salma tradisi terus hidup karena mampu beradaptasi dan menemukan bentuk baru di setiap zaman, tanpa kehilangan akar nilai.
"Melalui pameran Kawan Nusantara, kami ingin mengajak masyarakat melihat bagaimana warisan budaya terus bertumbuh mengikuti zaman," kata Happy Salma yang melambung namanya sebagai aktris.
Dalam pameran ini, konsep evolusi diterjemahkan ke dalam instalasi artistik yang menelusuri perjalanan subeng, salah satu ornamen telinga tradisional Bali selama berabad-abad.
"Melihat instalasi ini, pengunjung bisa memahami bagaimana sebuah artefak budaya berevolusi melalui perubahan fungsi, bentuk, material, hingga pendekatan desainnya," jelas Happy.
Sri Luce Rusna, Founder & Creative Designer Tulola, menjelaskan bahwa proses kreatif tahun ini adalah hasil riset tentang perjalanan sebuah produk kebudayaan yang terus berubah mengikuti kehidupan masyarakat.
"Perhiasan selalu menjadi penanda zaman. Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi tidak berhenti pada bentuk aslinya. la berkembang bersama manusia yang menciptakan, mengenakan, dan mewariskannya. Kami memilih subeng sebagai representasi tradisi dan budaya, dan kami terjemahkan," kata Sri Luce Rusna.
Selain subeng, juga ditampilkan 48 items pameran berupa anting, subeng, brooch, sirkam, kalung dan gelang.
Kawan Nusantara 2026 juga menghadirkan kolaborasi dengan sembilan jenama kreatif Indonesia yang memiliki semangat serupa dalam merayakan karya lokal dan inovasi, yaitu Camani, Ella & Glo, Glashka, dan Jeffry Tan.
Selain itu, ada juga produk kreatif di bawah payung Bakti BCA seperti Marista Santividya, Perajin Perak Desa Wisata Taro, Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata, Linette Bags, Nail Art by MUA Tuli Bakti BCA, dan Wastraloka, dan mitra binaan Pertamina yaitu Roemah Kebaya Vielga.
Kehadiran para kolaborator ini memperlihatkan bagaimana kreativitas lintas disiplin mampu memperkaya narasi budaya Indonesia yang relevan bagi generasi masa kini.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi kreatif Indonesia sebagai pendukung utama dalam pameran ini.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, kolaborasi Bakti BCA dengan TULOLA dalam ajang ini menjadi salah satu bukti komitmen perseroan dalam mendukung perkembangan UMKM dan pelestarian budaya asli Indonesia.
"BCA melalui payung Bakti BCA turut bangga kembali mendukung ajang Kawan Nusantara. Kerja sama seperti ini merupakan upaya penting untuk memperkenalkan karya-karya para pelaku usaha Bakti BCA ke pasar yang potensial dan masyarakat yang lebih luas. Sinergi multipihak seperti pada ajang Kawan Nusantara harus terus dipertahankan agar industri kreatif dapat terus berevolusi," ungkap Haryn.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan Pertamina mengapresiasi kolaborasi bersama Tulola karena program ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya produk lokal di sektor kerajinan dan budaya.
"Pertamina akan menampilkan program pembinaan UMKM dalam pameran nanti. Program ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendorong UMKM untuk naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, serta pengembangan kemandirian ekonomi masyarakat," ungkap Baron.
Melalui keikutsertaan dalam pameran yang strategis ini, Pertamina berupaya menjembatani dunia korporasi dengan sektor kreatif, budaya, dan sosial, sebagai bagian dari kontribusi aktif terhadap pembangunan nasional yang inklusif.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
