JAKARTA, iNews Depok.id – Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW 2026) akan berlangsung 6-10 Mei 2026. Melalui ajang ini, masyarakat bisa melihat tranformasi Jakarta sebagai kota global.
Rangkaian JAKMW 2026 telah dibuka Rabu (29/4/2026) di Philip Kotler Theater Class, MarkPlus Main Campus, Jakarta.
Hermawan Kartajaya, Founder & Chair MCorp menegaskan identitas Jakarta sebagai kota global harus berakar pada keberagaman yang inklusif. Menurutnya, karakter Jakarta yang gado-gado dengan keberagaman suku, agama, dan latar belakang justru menjadi kekuatan utama.
“Prinsip utama kota global adalah tidak boleh ada yang merasa ditinggalkan, dan tidak ada yang merasa diistimewakan. Jakarta harus menjadi kota yang inklusif, kreatif, dan tumbuh lewat kolaborasi lintas sektor,” kata Hermawan Kertajaya dalam keterangan, Kamis (30/4/2026).
Hermawan juga menyoroti pentingnya kolaborasi strategis lintas kota di tingkat global, termasuk melalui kerja sama sister city, seperti antara Jakarta dan Shenzhen, sebagai upaya memperkuat konektivitas ekonomi dan inovasi.
Menurutnya, kepemimpinan yang mampu bekerja efektif secara “senyap”, namun tetap selaras dengan pemerintah pusat, menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur dan diplomasi ekonomi.
Melengkapi ekosistem tersebut, aspek ekonomi dan investasi turut berperan dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai bagian dari jaringan kota global.
M. Adityo Kusumowardhono, Precious Metal Commercial Division Head PT Aneka Tambang (Persero) Tbk selaku Title Partner JAKMW 2026, menyampaikan bahwa emas kini tidak hanya dipandang sebagai komoditas, tetapi sebagai bagian dari ekosistem investasi yang semakin inklusif.
“Kami ingin menghadirkan akses investasi yang lebih luas melalui ekosistem emas yang terintegrasi, dari tambang hingga ke tangan konsumen, sekaligus memperkuat konektivitas dengan pasar global,” ujar Adityo.
Adityo menambahkan bahwa dengan ekosistem yang terintegrasi tersebut, masyarakat memiliki peluang yang lebih besar untuk berpartisipasi dalam pasar investasi yang terhubung secara global.
Dari sisi utilitas, kualitas layanan dasar menjadi fondasi penting dalam memastikan kehidupan masyarakat yang sehat dan berkelanjutan.
Irene Putri, Vice President Commercial & Marketing PAM JAYA menekankan bahwa air minum layak merupakan indikator krusial dalam mendukung kualitas hidup di kota global.
“Kota global bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga kualitas masyarakatnya. Air minum yang layak menjadi salah satu syarat penting, dan kami terus berinovasi untuk memastikan kualitas tersebut,” ujar Irene.
Irene menjelaskan PAM JAYA tidak hanya berfokus pada peningkatan infrastruktur, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih relevan, termasuk mendorong gaya hidup sehat dan kolaborasi berbasis komunitas.
Dari sisi konektivitas, integrasi antara infrastruktur fisik dan teknologi digital menjadi kunci dalam menciptakan mobilitas yang efisien dan berkelanjutan.
Lisye Octaviana, Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjelaskan transformasi digital dilakukan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan masyarakat.
“Kami menghadirkan Travoy sebagai asisten digital perjalanan dengan berbagai fitur, mulai dari pemantauan kondisi jalan secara real-time hingga informasi kebutuhan perjalanan pengguna,” ucap Lisye.
Lisye menambahkan pemanfaatan data dan teknologi ini diharapkan dapat membantu pengguna merencanakan perjalanan secara lebih efisien, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan di jalan tol.
Sementara itu, dari perspektif pendidikan, pengembangan talenta kreatif menjadi elemen penting dalam membangun kota global yang dinamis dan berdaya saing.
Faradyzka Aurora Kencana, Deputy Head of Student Talent Management Centre (STMC) LSPR Institute of Communication and Business menyampaikan partisipasi dalam JAKMW 2026 tahun ini menghadirkan pendekatan yang lebih kolaboratif dan eksploratif.
“Tahun ini kami tidak hanya menampilkan klub mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kelas Performing Arts Communication sebagai ruang eksplorasi komunikasi melalui seni pertunjukan. Ini menjadi cara kami menunjukkan bagaimana kreativitas bisa menjadi medium kolaborasi dan representasi Jakarta yang beragam,” tegas Faradyzka.
Selain menghadirkan pendekatan berbasis investasi, JAKMW 2026 juga memperkuat dimensi budaya sebagai bagian dari identitas kota global yang inklusif.
Editor : M Mahfud
